Sunday, December 11, 2011

Muhammadiyah Buktikan Diri sebagai Gerakan Pembaharuan

Muhammadiyah Buktikan Diri sebagai Gerakan Pembaharuan


Tahun 2011 ini Muhammadiyah genap berusia 102 tahun. Selama tahun tersebut Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai gerakan pembaharuan/perubahan.

Bahkan, menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, pembaharuan yang telah dilakukan hampir di semua bidang kehidupan.

"Muhammadiyah telah banyak memberikan perubahan kepada para masyarakat dari segi pendidikan, ekonomi, sosial dan aspek kehidupan lainnya," kata Din dalam sambutannya di acara Milad Muhammadiyah ke-102 tahun di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahad (11/12).

Puncak Milad yang juga dihadiri Ketua PP Muhammadiyah lainnya tersebut dihadiri ribuan anggota Muhammadiyah se-DIY dan Jawa Tengah. Selain tabligh akbar oleh Din Syamsuddin, acara ini juga dimeriahkan dengan donor darah seribu pendonor dari Muhammadiyah.

Menurut Din, perubahan yang telah dilakukan Muhammadiyah bukan semata datang dengan sendirinya tapi berkat kerjasama yang telah dilakukan mulai dari pimpinan ranting, cabang dan wilayah Muhammadiyah. “Perubahan ini adalah hasil kerjasama seluruh elemen dalam Muhammadiyah," tandasnya.

Din mengatakan, perubahan tersebut meliputi berbagai bidang yang mencakup kehidupan masyarakat. Ia mencontohkan, antara lain bidang pendidikan yang ditandai dengan lahirnya institusi pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT).

“Dengan usia 102 tahun ini tentu banyak limpahan rahmat yang telah diberikan maka dari itu kita harus terus bersyukur atas segala rahmat dan nikmat yang telah dilimpahkan kepada Muhammadiyah,” tambahnya.

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, untuk memberikan perubahan yang signifikan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, pihaknya akan melakukan revitalisasi terhadap amal usaha Muhammadiyah. "Revitalisasi terutama untuk bidang pendidikan. Bagaimana pendidikan karakter bangsa ini bisa tertanam dan membudaya dengan baik dalam generasi kita," terangnya.

Muhammadiyah, kata dia, memiliki ribuan lembaga pendidikan dari tingkat TK hingga PT. Lembaga pendidikan berperan sangat strategis dalam pendidikan karakter di Indonesia. Revitalisasi bukan hanya melalui kurikulum tapi juga dalam aplikasinya di masyarakat.

Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan .
Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Oleh karena itu beliau memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan para pedagang.


Mula-mula ajaran ini ditolak, namun berkat ketekunan dan kesabarannya, akhirnya mendapat sambutan dari keluarga dan teman dekatnya. Profesinya sebagai pedagang sangat mendukung ajakan beliau, sehingga dalam waktu singkat ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau Jawa. Untuk mengorganisir kegiatan tersebut maka didirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Dan kini Muhammadiyah telah ada diseluruh pelosok tanah air.


Disamping memberikan pelajaran/pengetahuannya kepada laki-laki, beliau juga memberi pelajaran kepada kaum Ibu muda dalam forum pengajian yang disebut "Sidratul Muntaha". Pada siang hari pelajaran untuk anak-anak laki-laki dan perempuan. Pada malam hari untuk anak-anak yang telah dewasa.

KH A Dahlan memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934.Rapat Tahunan itu sendiri kemudian berubah menjadi Konggres Tahunan pada tahun 1926 yang di kemudian hari berubah menjadi Muktamar tiga tahunan dan seperti saat ini Menjadi Muktamar 5 tahunan.

No comments:

Post a Comment