Wednesday, December 21, 2011

Amalan Sunnah

Amalan Sunnah

Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah dan agama paling sempurna. Firman Allah S.W.T:Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan Aku telah ridha Islam itu menjadi agamamu.
Surat al-Maaidah: 3
Kesempurnaan Islam itu terserlah saat ia mampu menangani segala permasalahan manusia secara menyeluruh. Islam telah membicarakan masalah bersifat global seperti sistem ekonomi, sistem pemerintahan bahkan ia juga membicarakan sekecil-kecil perkaraseperti adab masuk ke toilet dan beristinjak.

 
Oleh itu, tidak heran jika Islam juga telah memberikan pedoman terkait pengaturan menyambut hari-hari kebesarannya seperti hari raya Aidilfitri ini. Adalah penting untuk kita untuk selalu menjadikan al-Qur'an dan sunnah sebagai petunjuk dalam menangani upacara sambutan Aidilfitri karena inilah waktu untuk kita semua membuktikan bahwa kita benar-benar telah menjadi seorang insan yang bertakwa setelah melalui bulan Ramadhan karena padanya ada ibadah puasa yang bisa membentuk kelompok muttaqin (orang yang bertakwa). Justru itu, ada baiknya jika kita mengetahui apakah praktek-praktek yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw sempena menyambutketibaan hari lebaran Aidilfitri ini.
 
Bertakbir
Bertakbir pada tanggal 1 Syawal bersamaan Aidilfitri merupakan suatu praktek yang disyariatkan. Takbir pada hari Aidilfitri dimulai ketika terlihatnya hilal (anak bulan) dan berakhir setelah selesainya puncak hari raya, yaitu ketika imam selesai berkhutbah. Firman Allah S.W.T:Supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan), agar kamu membesarkan Allah (dengan bertakbir) karena telah memberi petunjuk-Nya kepada kamu dan agar kamu bersyukur.
Surat al-Baqarah: 185
Adalah juga disunnahkan untuk kita bertakbir sepanjang perjalanan dari rumah kita menuju ke masjid untu shalat Aidilfitri.

 
Menurut Syeikh Muhammad Nasiruddin al-Albani r.h:Tentang syariat bertakbir (pada hari raya Aidilfitri) yang harus dilakukan oleh kaum muslimin adalah bertakbir dengan suara lantang ketika dalam perjalanan menuju ke tempat shalat meskipun kebanyakan umat Islam mulai memandang remeh sunnah ini.
RujukKitab Meneladani Rasulullah Saw dalam Berhari Raya, karya Syeikh Ali Hasan bin Ali al-Halabi al-Atsari, ms. 32
Bertakbir sejak mulai keluar dari rumah bertujuan menyorot syiar Islam di setiap pelosok jalan yang dilalui ketika menuju ke tempat shalat.
Lafaz ucapan selamat pada hari raya AidilfitriMayoritas praktek umat Islam di Malaysia akan mengucapkan satu sama lain pada hari lebaran dengan ucapan 'Selamat Hari Raya Aidil Fitri, Maaf Lahir dan Batin'.
Namun, apa yang lebih sesuai dengan praktek para salafushalih dalam meneladani sunnah Nabi saw adalah sebagaimana yang diceritakan oleh al-Hafiz Ibn Hajar al-'Asqalani rh yang dinukilkan dari Jubair bin Nufair ia berkata:"Bila para sahabat Rasulullah saw bertemu di hari raya, sebagian mereka mengucapkan kepada yang lain 'taqabbalullah minna waminka' (Semoga Allah menerimaamalan kami dan amalanmu)."Lihat Fathul Bari, al-Hafiz Ibn Hajar al-'Asqalani, jil. 5, ms. 270-271. Menurut beliau hadits ini berstatus hasan.
Melanjutkan qiamullail
Jika sepanjang bulan Ramadhan kita telah bersungguh-sungguh menghidupkan malam kita dengan berbagai ibadah terutama shalat qiyam Ramadhan (shalat tarawih), ia dilanjutkan juga pada hari-hari berikutnya dengan mengerjakan shalat tahajjud.
Saran ini tidak berarti mengkhususkan pada malam Aidilfitri untuk dikerjakan qiamullail. Apa yang mencoba ditekankan di sini adalah semangat mengerjakan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) harus diteruskan dengan mengerjakan qiyamul lail pada hari-hari berikutnyasesudah bulan Ramadan.Mandi di pagi hari raya.

Disunnahkan mandi di pagi hari raya sebagaimana mandi wajib, yaitu sebelum berangkat menuju ke tempat pelaksanaan shalat Aidilfitri. Ali bin Abi Thalib ra pernah ditanya tentang mandi.Apakah diharuskan mandi setiap hari? Beliau menjawab:

Tidak harus melakukannya. Namun, mandi yang diharuskan adalah mandi di hari Jumat, hari Arafah, hari Aidiladha dan Aidilfitri. "HR. Imam Syafi'i di dalam Musnad al-Syafi'i, jil. 1, ms. 118-119.
Makan sebelum shalat Aidilfitri.

Disunnahkan kaum muslimin mau makan sebelum berangkat menunaikan shalat Aidilfitri. Perbuatan ini bertujuan menutup segala asumsi bahwa diizinkan berpuasa pada hari raya.Menurut al-Muhallab r.h:
Tentang hikmah mau makan sebelum mengerjakan shalat hari raya adalah agar seseorang tidak berpendapat bahwa dia bisa berpuasa sampai shalat hari raya Aidilfitri dilaksanakan. Seolah-olah Rasulullah saw ingin menutup prasangka semacam ini.
Lihat Fathul Bari, jil. 5, ms. 272
Biasanya, Rasulullah akan memakan kurma dalam jumlah yang ganjil pada pagi hari raya. Namun, tidak berarti umat Islam harus menyediakan buah kurma untuk dimakan pada pagi hari raya Aidilfitri. Mereka bebas memakan apa saja. Tetapi, menurut sunnah itu lebih baik dari menyanggahinya.
Sedangkan, sunnah itu adalah hal tauqifi (tidak bisa dipertanyakan). Anas bin Malik r.a berkata:"Rasulullah saw tidak akan pergi ke tempat shalat pada pagi Aidilfitri sebelum memakan beberapa biji kurma." Murajja 'bin Raja' berkata: Ubaidillah menceritakan kepadaku bahwa Anas ra berkata: Rasulullah saw memakannya dalam jumlah yang ganjil. "
HR. Al-Bukhari di dalam sahihnya, no: 953.
Namun, jika tidak memiliki kurma maka dibolehkan untuk mengisi perut dengan makanan lain terutama makanan yang manis-manis seperti madu. Jika tidak ada makanan sama sekali, cukup dengan hanya meminum air.
 
Memakai pakaian yang indah.
Disunnahkan kaum muslimin menghiasi diri dengan pakaian yang indah-indah pada hari raya. Imam Syafier.h berkata:Aku lebih menyukai seseorang memakai pakaian terbaik yang dimilikinya pada hari-hari raya, yaitu pada hari Jumat, dua hari raya (Aidiladha dan Aidilfitri) dan tempat diselenggarakan acara (seperti pesta pernikahan). Dia harus memakai baju yang bersih dan memakai wewangian.Lihat Ringkasan Kitab Al-Umm, Imam al-Syafi'I, jil. 1, ms. 327.
Untuk kaum wanita walaupun disunnahkan memakai pakaian yang terbaik, namun mereka harus menghindari dari memakai pakaian yang bercorak-corak dan perhiasan yang berlebihan sehingga menarik perhatian kaum pria. Untuk kaum anak-anak pula, Imam Syafi'i rh menambahkan:
Tentang kaum anak-anak pula, mereka bisa memakai pakaian paling bagus yang dimilikinya, baik pria maupun perempuan dan mereka juga bisa memakaiperhiasan emas atau apa saja perhiasan. "
Lihat Ringkasan Kitab al-Umm, Imam Syafi'i, jil. 1, ms. 327.
Semoga di pagi hari raya kita akan memilih pakaian yang terbaik dan paling mahal menurut kemampuan masing-masing menuju ke tempat shalat hari raya. Disunnahkan juga untuk kaum pria memakai wewangian tetapi tidak disunnahkan pada kaumwanita. Sabda Rasulullah s.a.w:Mana-mana wanita yang memakai wangi lalu dia lewat pria agar mereka dapat menghirup kewangiannya, dia adalah pezina. "
HR. Al-Nasaai di dalam Sunannya. no: 5036.
Namun bukanlah berarti kaum wanita harus membiarkan dirinya berbau busuk. Islam adalah agama yang menitik-beratkan kebersihan dan kesehatan diri. Diizinkan untuk wanita untuk memakai parfum yang harum sekedar untuk menjaga dirinya dari bau busuk dan tidak sampai menarik perhatian orang di sekelilingnya. Haruman-haruman yang kuat dan bisa menaikkan nafsu berahi hanyalah khusus untuk suaminya.
 
Berjalan kaki menuju tempat dikerjakan shalat hari raya.Umat ​​Islam dianjurkan berjalan kaki menuju ke tempat shalat Aidilfitri jika tidak keberatan. Ali bin Abi Thalib r.a:Termasuk sunnah, yaitu engkau berjalan kaki menuju ke tempat shalat hari raya dan memakan sesuatu sebelum berangkat.HR. Al-Tirmidzi di dalam Sunannya, no: 487.
Namun untuk yang siapa yang harus menggunakan kendaraan karena tempat shalat terlalu jauh, ia dibolehkan dalam syariah.Tetapi, berjalan kaki menuju ke tempat shalat lebih afdal daripada naik kendaraan.
Mengikuti jalan yang berbeda ketika pergi dan kembali dari mengerjakan shalat hari raya.Disunnahkan juga mengikuti jalan yang berbeda ketika pergi dan kembali dari mengerjakan shalat hari raya. Jabir bin 'Abdullah r.a berkata:
Nabi saw melalui jalan yang berbeda pada hari raya. "HR. Al-Bukhari di dalam sahihnya, no: 986.
Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah r.h berkata:Beliau selalu melalui jalan yang berbeda ketika menuju dan pulang dari tempat shalat pada hari raya. Ada yang berpendapat, hal ini dilakukan agar dapat bersalaman dengan orang-orang yang melalui kedua jalan itu. Sebagian lain berpendapat untukmemberikan barakah kepada mereka. Ada juga berpendapat untuk memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkannya di kedua jalan itu.Menurut pendapat lain untuk menampakkan syiar Islam di jalan-jalan.

 
Pendapat yang lebih tepat adalah agar perjalanan yang ditempuh lebih jauh (banyak langkahnya). Orang yang berjalan ke masjid atau tempat shalat, salah satu langkah kakinya akan meninggikandarjat. Sedangkan langkah kaki yang lain akan menghapus kesalahan-kesalahannya.Lihat Zaadul Ma'ad, Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, ms. 49.
Tempat pelaksanaan shalat hari raya.

Sunnah mengerjakan shalat hari raya di daerah lapang atau musholla (tempat terbuka seperti lapangan sehingga khatib dapat melihat semua hadirin) merupakan satu praktek yang jarang dilakukan di Malaysia melainkan beberapa kelompok kecil yang benar-benar kuat berpegang pada sunnah Nabi sawApakah musholla itu berbeda dengan masjid? Abu Said al-Khudri r.a berkata:

Pada hari Aidilfitri dan Aidiladha, Rasulullah saw keluar menuju ke musholla. Ketika itu, hal pertama yang dilakukan oleh beliau adalah mengerjakan shalat hari raya (tanpa ada apapun shalat sunat).
HR. Al-Bukhari di dalam sahihnya, no: 956.
Tentang hikmah sholat hari raya di musolla, Syeikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan telah berkata:Sesungguhnya mengerjakan kedua shalat hari raya di lapangan mengandung hikmah yang besar. Di antaranya adalah seluruh kaum muslimin setidaknya mereka bisa berkumpul bersama (bersua muka) dua kali dalam setahun.
Semua orang dariseluruh penjuru negeri akan berkumpul di sebuah tempat apakah pria, perempuan atau anak-anak. Mereka semua menghadap Allah dengan hati yang penuh konsentrasi, dikumpulkan dengan satu kalimat (tauhid), sholat di belakang seorang imam, membaca takbir dan tahlil bersama dan berdoa kepada Allah dengan penuh ikhlas. Seakan-akan hati mereka terikat menjadi satu, merasa bahagia dan mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka. Dengan itu, hari raya benar-benar berarti untuk mereka.
Lihat Koreksi Total Ritual Shalat, Syeikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan, ms. 394.
Mengerjakan Shalat Aidilfitri
Di antara syiar yang palin utama dalam menyambut Aidilfitri adalah perlakasanaan shalat Aidilfitri sebanyak 2 rakaat oleh seluruh umat Islam. Ibn Abbas r.a berkata:Rasulullah saw telah keluar pada hari raya Aidilfitri kemudian terus mengerjakan shalat hari raya sebanyak dua rakaat. Beliau tidak melakukan apapun shalat sebelumnya dan sesudahnya.HR. Al-Bukhari di dalam sahihnya, no: 989.
Disunnahkan menyampaikan khutbah sesudah mengerjakan shalat hari raya Aidilfitri. Abu Sa'id al-Khudri r.a berkata:Pada hari raya Aidilfitri dan Aidiladha, Rasulullah saw akan keluar menuju musolla. Hal pertama yang dilakukan oleh beliau (saat tiba di masjid) beliau akan mengimami shalat.

 
Kemudian, beliau akan berputar dan menghadap ke arah makmum yang sedang duduk di dalam shaf mereka. Selanjutnya, beliau akan memberikan nasihat, wasiat dan perintah kepada mereka (khutbah).HR. Al-Bukhari di dalam sahihnya, no: 956.
Para jamaah tidak diwajibkan menghadiri atau mendengarkan khutbah hari raya. Setelah selesai mengerjakan shalat hari raya, siapa yang tidak ingin berpartisipasi mendengar khutbah maka dia diizinkan meninggalkan majelis itu. Abdullah bin al-Sa'ib r.a berkata:
Aku pernah menghadiri shalat hari raya bersama Nabi sawSetelah selesai shalat beliau bersabda: Sesungguhnya kami akan berkhutbah. Oleh itu, siapa ingin duduk mendengarkan khutbah, dia bisa duduk. Siapa yang ingin pergi, dia bisa pergi.Hadis riwayat Abu Daud di dalam Sunannya, no: 975.
Bergembira Pada Hari Raya Aidilfitri
Islam adalah agama yang begitu praktis lagi wajar. Setelah sebulan umat Islam fokus sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah, maka kini saatnya untuk menyambut keberhasilan itu dengan kegembiraan dan kemeriahan. Oleh itu, usaha-usaha untuk menimbulkan suasana kegembiraan di dalam keluarga masing-masing pada hari raya Aidilfitri adalah sebagian dari syiar Islam. Suasana kegembiraan ini berbeda menurut adat setempat.
Untuk kita di Indonesia, kegembiraan sambutan hari rayaAidilfitri dapat dilihat dengan memakai baju-baju baru yang indah, seluruh anggota keluarga berkumpul, ziarah-mendatangi tempat sesama umat Islam dan berbagai lagi. Di beberapa negara Timur Tengah, libur hari raya Aidilfitri dipergunakan untuk membawa anggota keluargabersiar-jalan dan piknik di tempat-tempat wisata.
Semua bentuk suasana kegembiraan dan kemeriahan ini adalah sebagian dari tuntutan agama Islam sempena menyambut hari raya Aidilfitri selagi ia dilaksanakan sesuai dengan lunas-lunas syariah. Syeikh Sayyid Sabiq r.h berkata:Mengadakan permainan dan kegembiraan yang tidak melanggar aturan agama, termasuk berbagai bentuk nyanyian yang baik (dari segi makna), semua itu termasuk syiar agama yang disyariatkan oleh Allah pada hari raya untuk melatih tubuh jasmani dan memberi kepuasan serta kegirangan hati. "Lihat Fiqh al-Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq, jil. 2, ms. 290.
Rasulullah saw sendiri telah mengizinkan penduduk Madinah al-Munawwarah bergembira saat munculnya hari raya Aidilfitri dan Aidiladha. Anas bin Malik r.a berkata:Nabi saw pernah datang ke Madinah sedangkan penduduknya memiliki dua hari raya yang mana mereka bermain (bergembira) di masa jahiliyah pada kedua hari itu.

 
Lalu beliau berkata: Aku datang kepada kalian sedangkan kamu memiliki dua hari (raya) yang menjadi bidang permainan kalian pada masa jahiliyyah. Sabdanya lagi: Sesungguhnya Allah telah menggantikan kedua hari itu dengan yang lebihbaik, yaitu hari raya Aidiladha dan Aidilfitri. "HR. Al-Nasaai di dalam Sunannya, no: 959.
Mengerjakan Puasa Sunat Enam Hari Pada Bulan SyawalSabda Rasulullah s.a.w:Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, seolah-olah dia telah berpuasa setahunHR. Muslim di dalam sahihnya, no: 1164.
Demikianlah keutamaan puasa sunat enam hari di bulan Syawal.Cara yang paling afdhol untuk melaksanakannya adalah memulai berpuasa sesudah hari raya Aidilfitri secara berurutan (dimulai pada 2 Syawal) sebagaimana yang ditetapkan oleh para ulama.Ini juga merupakan pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i rh
Namun, seseorang bebas memilih mana-mana hari sepanjang bulan Syawal baik di awal, pertengahanmahupun di akhirnya bahkan dia juga bisa mengerjakan secara berurutan atau berpisah-pisah. Praktek beberapa pihak yang melakukan puasa qadha dan sunnah Syawal secara serentak menurut formula dua dalam satu adalah perbuatan bid'ah yang tidak ada dalilnya dari mana-mana hadis Nabi saw yang Tsabit. Oleh itu, afdhal menyempurnakan puasa bulan Ramadhan yang ditinggalkan terlebih dahulu diikuti puasa sunat di bulan Syawal. Perbuatan ini lebih sesuai dengan maksud hadits di atas untuk mendapatkan keutamaannya, yaitu seolah-olah berpuasa setahun.

No comments:

Post a Comment