Sunday, November 13, 2011

Suryadharma Ali sudah menyurati Pemerintah Arab Saudi terkait beberapa usulan untuk perbaikan layanan ibadah haji

Suryadharma Ali sudah menyurati Pemerintah Arab Saudi terkait beberapa usulan  untuk perbaikan layanan ibadah haji



Menteri Agama Suryadharma Ali sudah menyurati Pemerintah Arab Saudi terkait beberapa us/ulan dan masukan untuk perbaikan layanan ibadah haji tahun depan agar penyelenggaraannya bisa lebih baik.

"Secara keseluruhan penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik meski pun diakui masih saja ada sejumlah kekurangan seperti pondokan, transportasi dan makanan," kata Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Slamet Riyanto kepada pers di Mekah, Ahad (13/11).

Menurutnya, surat yang disampaikan Menag antara lain mengenai upaya perbaikan transportasi yang pada tahun ini terjadi kepadatan dan kemacetan karena banyak bis yang mogok saat mengangkut jamaah dari Arafah ke Muzdalifah.

Saat itu, katanya, banyak bis yang mogok sehingga dampak berantainya bisa tidak bisa menjemput jamaah yang sudah menunggu di Arafah untuk diangkat menuju Muzdalifah.

"Akibat bisnya mogok banyak jamaah yang harus menunggu bis berjam-jam dan kekurangan ini telah menteri sampaikan ke pihak berwenang di Arab Saudi untuk dapat diperbaiki," kata Slamet.

Sebenarnya, katanya, bukan hanya jamaah Indonesia saja yang terlambat tak terangkut tapi jamaah dari Malaysia, Thailand dan Singapura juga mengalami hal sama, bahkan mereka terlambat diangkut lebih lama.

Demikian juga soal makanan, Slamet mengatakan, Menag juga telah menyurati bahkan menyampaikan nota protes mengenai terdapatnya kasus diare yang dialami ratusan jamaah haji Indonesia.

"Saat itu ada ratusan jamaah diare usai menyantap makanan yang disediakan perusahaan katering dan kami melayangkan surat protes atas kejadian itu agar kejadian serupa jangan lagi terjadi tahun depan," katanya.

Dia mengatakan Pemerintah Indonesia sebenarnya telah berupaya maksimal untuk terus memperbaiki layanan akomodasi kepada para jamaah tapi dalam pelayanan tidak bisa dilakukan oleh Kemenag tapi harus dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Dicontohkan untuk transportasi dan makanan, perusahaan bis dan perusahaan katering harus menggunakan perusahaan lokal yang merupakan wewenang penuh Pemerintah Arab Saudi.

"Kita ini beribadah di negeri orang yang seluruhnya harus mengikuti ketentuan tuan rumah, tidak bisa kita mengatur diri sendiri," kata Slamet.

Meski pun demikian, katanya, secara keseluruhan Pemerintah Arab Saudi telah berupaya terus memperbaiki layanan ibadah haji kepada jutaan umat muslim dari berbagai belahan dunia.

"Saya bersyukur bahwa pelaksanaan ibadah tahun ini relatif lebih bagus dibanding tahun lalu berkat kerja keras pemerintah kita dan Arab Saudi," tandas Slamet.

No comments:

Post a Comment